bisnis internet

Sabtu, 15 Mei 2010

Tinggalkan Masa Lalu

Jangan pernah kau sesali…

Jangan pernah kau tangisi …

Smua yang t’lah terjadi…

Teruskanlah kau melangkah…

Jangan kau berbalik arah…

Tinggalkan masa lalumu…

Tak pernah kulihat kau bimbang dan terpaku

Selama masih bersamaku…

Tak pernah kulihat sedih di wajahmu

Ketika kita berbagi rasa…

Namun ternyata…

kau menyimpan seonggok luka yang dalam

yang hanya kau simpan seorang diri!!!

By : me80

Nurani

Pernahkah kau lihat adik kecil di luar sana
Bertahan hidup mencari sesuap nasi
Pernahkah engkau renungkan
Bagaimana jika itu kita yang alami


Jikalau ada rasa iba yang menyelimuti kita
Jikalau kita turut merasakan rasa itu


Kemana nuranimu kawan
Bawalah kembali kemari
Disini butuh uluran tanganmu
Tuk warnai hidupnya


Dan pelukan kita hangatkan mereka
Dan rangkulan kita kokohkan hidupnya



BY ME80

LARI


Larilah secepatnya

Larilah sekuatnya

Larilah tuk mengejarnya


Jangan berhenti

Jangan menyerah

Jangan lelah tuk meraihnya


Jadilah kuat tuk bertahan

Jadilah bijak tuk putuskan


Tegakkan kepalamu

Busungkan dadamu

Lompatlah lebih tinggi


Hancurkan tembok tiranimu

Hempaskan semua bebanmu



Created by me80

Rapuh

Kuberada di tengah keramaian

Namun ku merasa kesepian

Kekosongan dalam hati

Kehampaan dalam sanubari

Entah apa gerangan yang harus kucari

Untuk mengisi kekosongan dan kehampaan ini

Adakah obat untuk hentikan ini?

Adakah penawar rasa senyap jiwa ini?

Haruskah kusudahi hidupku?

Ketika tiada lagi lentera yang menerangi jalanku

Inikah takdirku?

Terjebak sendiri dalam ruang hampa hidupku

Aku bukan insan yang kuat

Aku hanya sebuah kapal tua lapuk nan rapuh

Senantiasa terombang ambing di samudra hidup

By : me80

Kuraih Dunia

Kuberlari di pesisir pantai

Meninggalkan beribu jejak langkahku

Mencoba melupakan semua

Masa laluku yang gelap dan kelam

Kupandang lepas ke batas langit

Kulihat awan seputih kapas

Mencoba berangan tinggi

Sejauh mata ini memandang

Kurangkai semua menjadi sebuah kisahku

Kubingkai ini menjadi lukisan hidupku

Dan kan kuraih semua mimpiku

Dan kan kugenggam dunia ditanganku

by me80



KISAH INSPIRATIF

Belajar dari semut
Suatu ketika seorang anak kecil beserta ibunya sedang berekreasi di taman. Mereka mengeluarkan perbekalan makanannya dan duduk di atas rerumputan hijau. Beberapa saat kemudian, sang anak memalingkan pandangannya kepada sekelompok semut yang berbaris rapi sembari mengangkat makanannya bersama-sama. Kemudian sang anak bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa semut-semut ini bisa berbaris dengan rapi dan teratur?“, tanya sang anak. Kemudian sang Ibu menjawab, “Mereka berbaris dengan rapi untuk membawa dan menikmati makanannya bersama-sama..“
Pada hakikatnya solidaritas dan kepercayaan timbul dari sebuah pengorbanan untuk mencapai tujuan bersama.

Katak dalam tempurung
Ada seekor katak kecil yang sepanjang hidupnya berada di dalam tempurung. Suatu ketika, tempurung itu terbalik dan sang katak terbebas. Dia pun melompat kegirangan dengan bebas tak tentu arah. Kemudian dia bertemu dengan katak lain. Dia pun terheran karena melihat katak seukurannya tersebut dapat melompat lebih tinggi dan jauh darinya. Katak kecil ini bertanya pada katak yang dijumpainya tersebut akan rahasia lompatannya. “Apa yang membuatmu bisa melompat tinggi dan sejauh itu?“, tanya sang katak kecil. “Apa maksudmu kawan? Semua katak pasti bisa melakukannya!!!“, jawab sang katak menanggapi.
Suatu karya yang dihasilkan dipengaruhi oleh lingkungan dimana kita melakukan proses untuk berpikir.

Anjing di telaga
Seekor anjing yang membawa tulang di mulutnya menepi ke sebuah telaga. Ketika dia melihat ke permukaan telaga tersebut, dia melihat anjing lain yang juga membawa tulang di mulutnya. Dia coba bertanya kepada anjing tersebut namun tidak dijawab. Bahkan anjing tersebut mengikuti gerakan dirinya. Akhirnya sang anjing pun mulai marah dan berpikir bahwa anjing itu menantang dirinya. Dia pun juga ingin merebut tulang yang dimiliki anjing tersebut. Akhirnya dalam sekejap dia pun menyerang dan tanpa diduga anjing itupun tenggelam.
Kesalahan dalam menilai diri akan mengakibatkan kita tenggelam dalam telaga hidup.

Sang monyet dan 3 angin
Ada seekor monyet yang sedang bertengger di sebuah pohon. Kemudian ada tiga angin yang sedang berkumpul yakni angin ribut, angin tornado dan angin sepoi-sepoi. Kemudian si monyet menantang ketiga angina tersebut untuk bertaruh siapa yang mampu menjatuhkan si monyet dari pohonnya. Angin tornado yang pertama kali mencoba menjatuhkan sang monyet, namun ternyata dia gagal karena sang monyet mampu memegang pohon dengan eratnya. Kemudian angin ribut pun mencoba hal yang sama dan dia pun juga gagal. Dan akhirnya tiba giliran si angin sepoi-sepoi mencoba. Sang monyet yang pada awalnya memegang pohon dengan eratnya perlahan-lahan mengendurkan pegangannya dan mengantuk. Tak lama kemudian monyet pun terjatuh.
Ujian akan kenikmatan yang memperdaya jauh lebih berat dibandingkan ujian penderitaan.

Rabu, 28 April 2010

Kita Bisa


C Am F G 2x

C Am F G

Hey kawan semua… marilah bersama, bergandengan tangan…

C Am F G

Dan rangkulah pundakku…kita bersama, saling menopang…

C Am F G

Hadapi semua problema yang ada

C Am F G

Kita tunjukkan pada dunia kita bisa…

Created by me80